(Esai) Pelajar Indonesia Berkarakter Nusantara Berdayasaing Mancanegara
Penghapusan RMBI ramai dibicarakan di media massa. Mahkamah Agung memutuskan untuk menghapus RMBI dan mengganti sekolah-sekolah yang memiliki program RMBI menjadi Sekolah Unggul. Hal ini dikarenakan tuntutan orang tua murid dan beberapa LSM yang menuntut agar RMBI dibubarkan.
Penghapusan RMBI ramai dibicarakan di media massa. Mahkamah Agung memutuskan untuk menghapus RMBI dan mengganti sekolah-sekolah yang memiliki program RMBI menjadi Sekolah Unggul. Hal ini dikarenakan tuntutan orang tua murid dan beberapa LSM yang menuntut agar RMBI dibubarkan.
RMBI dinilai sebagai
program sekolah yang tidak dapat dinikmati oleh seluruh kelas masyarakat
dikarenakan biaya yang cukup mahal untuk mengikuti program tersebut. Beberapa
pendapat mengatakan bahwa RMBI hanya menciptakan diskriminasi kelas sosial
antara siswa program regular dengan siswa program RMBI. Keritik pedas yang
dilontarkan sebuah LSM juga mengatakan RMBI hanya menjauhkan siswa-siswi dari
bahasa dan budaya setempat karena program-programnya hanya mengedepankan
sesuatu yang berbau Internasional.
Dalam suatu kesempatan ketua
komisi X ,Agus Hermanto, mengatakan bahwa sistem RMBI diberlakukan setelah
aturannya dibahas di DPR oleh komisi X bersama Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan (Kemendikbud). RSBI diadakan karena munculnya semangat untuk
meningkatkan kualitas pendidikan bertaraf Internasional di Indonesia.
Menilik dari akar permasalahan.
Program RSBI tidak semata-mata didirikan untuk sekedar membuat kasta sosial di
sekolah. Namun, agar siswa maupun siswi dapat memilikii daya saing
Internasional dengan penguatan bahasa asing. Tujuan ini tidak dapat disalahkan
karena persaingan dunia semakin ketat dengan adanya globalisasi. Siswa maupun
siswi yang memiliki prestasi akademik luar biasa di dalam negri belum tentu
dapat bersaing di kancah Internasional. Karena bahasa merupakan kunci utama
dalam pergaulan Internasional. Kita tidak boleh selamanya menjadi bangsa yang
terbelakang. Kita harus mulai berani bersaing di kancah Internasional.
Akan tetapi, ada hal-hal yang perlu
diperhatikan. Jangan sampai siswa siswi hanya diberi materi-materi bertaraf
Internasional yang berkiblat pada kemajuan teknologi bangsa Barat. Salah-salah
siswa-siswi Indonesia kehilangan identitasnya sebagai bangsa Timur dan
mengikuti pergaulan bangsa Barat yang “bebas” tanpa kendali. Nilai-nilai
budaya, tata krama, serta adat istiadat harus tetap dipertahankan dan
ditanamkan kepada setiap insan Indonesia. Akan menjadi lebih baik jika dapat
bersaing di dunia Internasional dengan “Jiwa Indonesia” yang mengakar kuat.
Seperti
halnya Jepang. Negara yang pernah menjajah Indonesia selama “umur jagung” ini
telah membuktikan bahwa negara tersebut bisa menjadi negara maju dengan terus
mempertahankan budayanya. Jika Negara Jepang bisa, mengapa Indonesia
tidak?
Sudah saatnya kita
bangkit dan menjadi bangsa yang kuat. Program sekolah unggulan sebagai pengganti RMBI seharusnya dapat
mengedepankankan aspek budaya dan pendidikan Internasional. Hingga tercapai
sinergi antara ilmu pengetahuan dan moral yang tinggi dalam setiap pribadi
pelajar Indonesia.
Tugas 1: Esai Bahasa Indonesia (XII A2/ smt 2)
Tugas 1: Esai Bahasa Indonesia (XII A2/ smt 2)
No comments:
Post a Comment